KAJIAN PEMANFAATAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PERANCANGAN INTERIOR

Authors

  • Ni Made Emmi Nutrisia Dewi
  • I Kadek Pranajaya Institut Desain dan Bisnis Bali
  • Ni Nyoman Sri Rahayu Institut Desain dan Bisnis Bali
  • Ngurah Gede Dwi Mahadipta Institut Desain dan Bisnis Bali
  • Ni Putu Riska Putri Kumala Institut Desain dan Bisnis Bali

Keywords:

bamboo, material, local wisdom, interior, building, utilization

Abstract

Pada masa saat ini isu pemanasan global menjadi daya tarik untuk dibahas, khususnya yang berkaitan dengan perancangan bangunan. Pemanfaatan material berbasis kearifan lokal merupakan salah satu solusi dalam mencegah fenomena pemanasan global tersebut. Bambu merupakan salah satu material berbasis kearifan lokal karena memiliki karaktekristik ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam perancangan suatu bangunan khususnya perancangan interior. Maka dari itu diperlukan suatu kajian yang membahas bagaimana material bambu yang merupakan salah satu material berbasis kearifan lokal dapat diaplikasikan pada perancangan interior. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu kajian bagaimana bambu dapat dikatakan sebagai material berbasis kearifan lokal dan pengaplikasiaanya pada berbagai elemen perancangan interior. Hasil pembahasannya bahwa bambu sebagai material berbasis kearifan lokal memiliki beberapa karakteristik yaitu jenis material alami yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui, memiliki peran penting dan berbagai manfaat dalam perancangan bangunan, mempunyai hubungan erat dengan kehidupan masyarakat pedesaan serta pemanfaatannya sebagai material bangunan ikut mendukung terwujudnya peletarian budaya setempat. Pemanfaatan bambu sebagai material berbasiskan kearifan lokal dalam perancangan interior secara tidak langsung juga mendukung konsep desain bangunan berkelanjutan. Pemanfaatan bambu sebagai material dalam perancangan interior yaitu diterapkan pada elemen pembentuk ruang (plafon/penutup atap, dinding, lantai), elemen pelengkap ruang (jendela dan pintu), furniture/mebel dan aksesoris/dekorasi interior. Dilihat dari karakteristik bambu yang dominan memiliki kelebihan maka diharapkan agar masyarakat dapat meningkatkan pemanfaatan bambu ini sebagai material dalam perancangan bangunannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Abimanyu, Achmad Ryan dan Anggana Fitri Satwikasari. 2021. “Kajian Konsep Arsitektur Bambu pada Bangunan Sekolah Alam Panyaden Thailand”. Journal of Architecture Student, vol. 2 No. 1, pp. 22-30, Mei 2021.
[2] Artiningsih, Ni Komang Ayu. 2012. “Pemanfaatan Bambu pada Konstruksi Bangunan Berdampak Positif bagi Lingkungan”. Jurnal Media Komunikasi Rekayasa Proses dan Teknologi Tepat Guna (METANA), vol. 8 No. 1, pp. 1-9, Juli 2012.
[3] Hardiyati, dkk. “Kearifan Penggunaan Material pada Rumah Jawa di Pedesaan”. Dipresentasikan pada Seminar Nasional SCAN # 4, 2013.
[4] Hastuti, Dhian Lestari. 2015. “Komposit Bambu sebagai Inovasi Material dan Desain Aksesoris Interior yang Berbasis Green Design dan Budaya di Surakarta”. Jurnal Abdi Seni, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat vol. 6 No. 2, pp. 125-138, Desember 2015.
[5] Heryati, dkk. 2014. “Kearifan Lokal pada Arsitektur Vernakular Gorontalo : Tinjauan pada Aspek Budaya dan Nilai-nilai Islam”. Jurnal El Harakah, Vo. 16 No.2 Tahun 2014.
[6] Mamangkey, Meliza, dkk. 2016. "Papendangan Di Amurang “Arsitektur Bambu”." Daseng: Jurnal Arsitektur, vol. 5, no. 1, pp. 28-35, Mei 2016.
[7] Mariana, Claudia dan Eddy Madiono. 2013. “Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Aksesoris Interior pada PT. Cahya Sukses Decorindo di Sidoarjo”. Jurnal Ilmiah Agora, vol. 1 No.1, Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra, Surabaya.
[8] Muhsin, Ardhiana, dkk. 2015. “Material Bambu sebagai Konstruksi pada Great Hall Eco Campus Outward Bound”. Jurnal Reka Karsa, vol. 3 No.3, Maret 2015.
[9] Muliawan. 2017. “Kearifan Masyarakat Desa Penglipuran Kabupaten Bangli dalam Melestarikan Tanaman Bambu dan Aplikasinya sebagai Bahan Bangunan”. Jurnal Paduraksa, vol. 6 No.1, Juni 2017.
[10] Mustakim, dkk. “Bambu sebagai Material yang Berkelanjutan dan Affordable untuk Perumahan”. Dipresentasikan pada Seminar Nasional Universitas Kristen Maranatha, Bandung, 2009.
[11] Suriani, Efa. 2017. “Bambu sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis : Potensi dan Tantangannya”. EMARA Indonesian Journal of Architecture, vol. 3 Nomor 1, Agustus 2017.
[12] Woga,Edmund. 2009. Misi, Misiologi dan evangelisasi Indonesia, Kanisius Yogyakarta.
[13] Rumahku Unik. “60 Model Plafon Bambu, Sederhana tapi Tetap Modis”. Internet: https://www.rumahkuunik.com/2017/07/desain-plafon-bambu-modern.html, 2023 [18 Februari 2023].
[14] Solid Bamboo Flooring. Internet: http://www.lantaibambu.com/, [23 Februari 2023].
[15] Arsitek Kontraktor. “11 Inspirasi Bambu Hias untuk Dekorasi Interior”. Internet: https://kontraktorjogja.co.id/11-inspirasi-bambu-hias-untuk-dekorasi-interior/, 24 Juli 2021 [23 Februari 2023].

Downloads

Published

2023-03-16

How to Cite

Dewi, N. M. E. N., Pranajaya, I. K., Rahayu, N. N. S., Mahadipta, N. G. D., & Putri Kumala, N. P. R. (2023). KAJIAN PEMANFAATAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PERANCANGAN INTERIOR. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 6, 148–155. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/758

Most read articles by the same author(s)