DAMPAK KOREAN WAVE: PRODUK RAJUT MENJADI TREN BERBUSANA WANITA MASA KINI

  • Putu Yulia Putri Diah Kahani Institut Desain dan Bisnis Bali
  • Ni Putu Emilika Budi Lestari
Keywords: korean wave, korean style, rajutan, tren, busana wanita

Abstract

Korean wave merupakan istilah terhadap penyebaran budaya korea secara global melalui produk-produk hiburan berupa Drama Korea, Musik Korea, serta Variety Show. Penyebaran Korean wave cenderung diterima oleh kalangan masyarakat khususnya di Indonesia. Popularitas Korean wave di Indonesia dapat terlihat melaui menjamurnya produk-produk dengan label Korea, populernya drama serta musik Korea ataupun munculnya komunitas penggemar musik Korea. Penelitian ini membahas tentang peranan Korean wave terhadap penggunaan dan pembelian produk rajut. Penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan historis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal mula masuknya Korean wave di Indonesia hingga dampak yang ditimbulkan pada penggunaan pakaian rajut melalui eksistensi produk budaya Pop Korea seperti K-Pop, K-Drama, dan Variety show di Indonesia. Adapun dari penelitian ini diperoleh hasil melaui kepopuleran Korean wave dan banyaknya artis atau idol korea yang mengenakan pakaian rajut, dengan terus melihat gaya busana tersebut hal ini dapat menginspirasi serta mengimplementasikan gaya busana tersebut hingga akhirnya menjadi populer. Penggunaan produk rajut berupa cardigan layering identik dengan Korean style pada masyarakat, dan pembelian produk rajut tidak hanya berdasarkan tren namun juga melihat fungsi pakainya serta peranan Korean Wave terhadap produk rajut di Indonesia terlihat dengan adanya pembubuhan kata “Korean” pada gaya busana tersebut di platform penjualan online.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. K. Ardani Sarajwati, “Fenomena Korean Wave di Indonesia – Environmental Geography Student Association,” egsaugm, 2020. https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/09/30/fenomena-korean-wave-di-indonesia/ (accessed Oct. 06, 2022).
[2] D. G. Communication and Division, “Hallyu (Korean Wave): Korea.net: The official website of the Republic of Korea,” korea.net, 2012. https://www.korea.net/AboutKorea/Culture-and-the-Arts/Hallyu (accessed Oct. 06, 2022).
[3] Y. A. Khairunnisa, “Korean Wave di Indonesia | kumparan.com,” kumparan.com, 2021. https://kumparan.com/amirah-yasmin-khairunnisa/korean-wave-di-indonesia-1v27db9DnIj (accessed Nov. 01, 2022).
[4] N. G. Hayuningfitriaya, “Fenomena Fashion K-Pop Idol, Jadi Tren Berpakaian Anak Muda Masa Kini - Kompasiana.com,” kompasiana.com, Oct. 09, 2021. https://www.kompasiana.com/nhfitriay/6161684f24da92704735a7c3/fenomena-fashion-k-pop-idol-jadi-tren-berpakaian-anak-muda-masa-kini (accessed Oct. 06, 2022).
[5] A. Rosdiana, “Rajutan Pada Kriya Seni Handmade,” J. SULUH, vol. 1, no. 1, pp. 69–74, 2018.
[6] H. Basmatulhana, “Mengenal Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif,” detikedu, 2022. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6159691/mengenal-metode-penelitian-kualitatif-dan-kuantitatif (accessed Oct. 18, 2022).
[7] M. A. Wicaksono, A. Patricia, and D. Maryana, “PENGARUH FENOMENA TREN KOREAN WAVE DALAM PERKEMBANGAN FASHION STYLE DI INDONESIA,” Desember, vol. 2, no. 2, p. 74, 2021.
[8] F. Javier, “Ada 7,5 Miliar Twit K-Pop pada Juli 2020-Juni 2021, Terbanyak dari Indonesia - Data Tempo.co,” tempo.co, 2021. https://data.tempo.co/data/1174/ada-75-miliar-twit-k-pop-pada-juli-2020-juni-2021-terbanyak-dari-indonesia (accessed Dec. 22, 2022).
[9] K. A. Putri, “Fenomena Korean Wave Menjadi Jendela Fashion Remaja Indonesia | kumparan.com,” kumparan.com, 2020. https://kumparan.com/aziza-kistikiwari-putri/fenomena-korean-wave-menjadi-jendela-fashion-remaja-indonesia-1usfRIAljEj/full (accessed Nov. 01, 2022).
Published
2023-03-16
How to Cite
Kahani, P. Y., & Budi Lestari, N. P. E. (2023). DAMPAK KOREAN WAVE: PRODUK RAJUT MENJADI TREN BERBUSANA WANITA MASA KINI. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 6, 6-18. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/732
Abstract dilihat 498 kali
FULL TEXT diunduh 335 kali