MODIFIKASI ELEMEN BUDAYA TIONGHOA PADA FILM ANIMASI MULAN VERSI 1998

Authors

  • I Putu Ade Dipatra Adnyana Institut Desain dan Bisnis Bali
  • Ni Putu Emilika Budi Lestari

Keywords:

animasi, semiotika, budaya Tionghoa, mulan versi 1998

Abstract

Film animasi merupakan sebuah film yang menggunakan gambar baik dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi yang kemudian disatukan sehingga menghasilkan gerakan. Saat ini telah banyak dapat ditemui berbagai film animasi dengan berbagai gaya dan cerita yang beragam. Tak jarang kehadiran beberapa film animasi pada industri film mengambil unsur budaya daerah tertentu untuk ditampilkan. Salah satu film animasi yang menampilkan unsur budaya dengan sangat kental dapat dilihat pada film animasi Disney Mulan (1998). Film animasi Disney Mulan (1998) menampilkan cerita legenda dari masyarakat Tionghoa. Namun, kehadiran unsur budaya pada film animasi ini tidaklah sepenuh dapat ditampilkan secara utuh. Ada beberapa modifikasi yang telah dilakukan oleh Walt Disney guna mempermudah pemahaman audience terhadap isi cerita pada film. Modifikasi visual pada beberapa scene film erat kaitannya dengan unsur semiotika. Modifikasi pada film ini akan dilihat dengan menyandingkan teori semiotika dari Ferdinand de Saussure dengan mengambil konsep signifier (penanda) dan signified (petanda) darinya. Teori dari Roland Barthes juga digunakan untuk melihat pemaknaan konotasi dan denotasi pada adegan. Dengan konsep ini nantinya akan dilihat pemaknaan semiotika pada adegan yang telah dimodifikasi dengan keadaan kebudaayan masyarakat Tionghoa yang sebenarnya. Penelitian berfokus kepada pembahasan apakah memang benar telah dilakukannya modifikasi unsur budaya oleh Walt Disney pada film animasi Disney Mulan (1998) dan mengapa hal tersebut dilakukan.  Hasil penelitian menunjukan bahwasanya Walt Disney memang telah melakukan modifikasi pada beberapa scene, modifikasi tersebut telah merubah pemaknaan budaya yang sebenarnya. Namun hal tersebut dilakukan agar para audience khususnya di luar masyarakat Tionghoa, dapat lebih mudah memahami isi cerita pada film animasi Disney Mulan (1998) walaupun hal ini menjadi kontroversial bagi mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Charles Custer. 2020. Chinese Chopsticks. URL: https://www.thoughtco.com/chinese-chopsticks-info-4080680. Diakses tanggal 7 Desember 2020.

Chuanmao Tian & Caixia Xiong. 2013. A cultural analysis of Disney's Mulan.

Dirk Libbey. 2020. Don't Expect Mulan's Hair To Be Cut In The Live-Action Remake. 2020. URL: https://www.cinemablend.com/news/2490623/dont-expect-mulans-hair-to-be-cut-in-the-live-action-remake. Diakses tanggal 16 Desember 2020.

Kiddle.co. 2020. Horizontal and vertical writing in East Asian scripts Facts for Kids. URL: https://kids.kiddle.co/Horizontal_and_vertical_writing_in_East_Asian_scripts, 2020. Diakses tanngal 9 Desember 2020.

Lingxiang Li. 2017. Bamboo and Wooden Slip Chinese Bamboo Book. URL: https://www.green-coursehub.com/research-blog/bamboo-and-wooden-slip-chinese-bamboo-book. Diakses tanngal 9 Desember 2020.

Mingwu Xu & Chuanmao Tian. 2013. Cultural deformations and reformulations: a case study of Disney's Mulan in English and Chinese.

Ni Wayan Sartini. Tanpa Tahun. Tinjauan Teoritik tentang Semiotik.

Petrana Radulovic. 2020. Mulan's big haircut scene isn't in the remake and the change matters. URL: https://www.polygon.com/2020/9/4/21423062/mulan-haircut-scene-live-action-remake-changes-differences. Diakses tanggal 16 Desember 2020.

Sherry Liu. 2019. 13 Chopsticks Etiquette You Need to Remember. URL: https://www.chinaeducationaltours.com/guide/culture-chopsticks-etiquette.htm, 2019. Diakses tanggal 7 Desember 2020.

Yasraf Amir Piliang. 2004. Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks.

Downloads

Published

2021-04-01

How to Cite

Dipatra Adnyana, I. P. A., & Budi Lestari, N. P. E. (2021). MODIFIKASI ELEMEN BUDAYA TIONGHOA PADA FILM ANIMASI MULAN VERSI 1998. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 4, 223–233. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/530