POTENSI LIMBAH SERAT NANAS MENJADI MATERIAL PENGGANTI KEMASAN

  • Susi Hartanto Pelita Harapan University
Keywords: nanas, daun, serat, limbah, kemasan

Abstract

Nanas merupakan salah satu buah yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dan tanaman nanas dapat menghasilkan lebih dari 70 helai daun (Hidayat, 2008). Daun nanas memiliki jumlah limbah terbanyak dari total tanaman nanas karena pemanfaatan tanaman nanas selama ini hanya pada buah dan kulitnya. Daun nanas masih sekedar diekstrak seratnya untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, kain tenun, bahan baku yang belum diolah, dan kesemuanya belum populer secara komersial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi serat nanas untuk dijadikan material pengganti kemasan sekali pakai dan ramah lingkungan. Material utama yang digunakan adalah serat nanas dari tanaman Cayenne (nanas madu). Teknik eksperimen dan produksi yang digunakan hanya menggunakan alat-alat sederhana di rumah. Hasil rancangan akan dijadikan sebagai kemasan untuk pengiriman kue (delivery box). Penelitian ini menggunakan metode perancangan Material Driven Design Method. Adapun hasil akhir penelitian adalah berupa rekomendasi pengolahan serat nanas menjadi kemasan secara sederhana.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Doraiswarmy et al. (1993). Pineapple Leaf Fibres. Textile Progress Vol. 24 Number 1: Textile Institute
[2] Five Advantages of Molded Fiber Packaging. (n.d.). Retrieved from https://www.goldenarrow.com/blog/five-advantages-molded-fiber-packaging
[3] Hadiati, S., dan Indriyani. (2008). Petunjuk Teknis Budidaya Nenas. Solok: Balai Penelitian Buah Tropika.
[4] Hidayat, P. (2008). Teknologi Pemanfaatan Serat Daun Nanas Sebagai Alternatif Bahan Baku Tekstil. Teknoin, 13(2). doi:10.20885/teknoin.vol13.iss2.art7
[5] Irianti, A. H. (2019). Efektivitas Proses Pengambilan Serat Daun Nanas (Ananas Comosus Merr) dengan Metode Pengeratan. doi:10.31227/osf.io/a4nrj
[6] Kathomdani, P. D. (2018). Pulp Kraft Dari Kapuk Dan Serat Daun Nanas Sebagai Bahan Baku Kertas Khusus. Jurnal Dinamika Penelitian Industri, 29(2), 108. doi:10.28959/jdpi.v29i2.4313
[7] Kirby. (1963). Vegetable Fibres. Leonard Hill: London.
[8] Material Driven Design (MDD): A Method to Design for Material Experiences. (n.d.). Retrieved from http://www.ijdesign.org/
[9] Millati, R., & Estiyono, A. (2019). Pengembangan Material Komposit Serat Nanas sebagai Desain Produk Furnitur. Jurnal Sains Dan Seni ITS, 7(2). doi:10.12962/j23373520.v7i2.35318
[10] Natural Cellulose Fibers Upgrading. (n.d.). Retrieved from https://www.hydrogenlink.com/cellulosefibers
[11] Rakhmat. F dan H. Fitri. (2007). Budidaya dan Pasca Panen nanas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Kalimantan Timur.
[12] Sari, R. N. (2002). Analisa Keragaman Morfologis dan Kualitas Buah Nenas (Ananas comosus (L.)Merr) Queen di Empat Desa Kabupaten Bogor. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
[13] Serat Daun Nanas Subang. (2013). Proses Produksi Serat Daun Nanas. Retrieved from http://www.seratalfiber.com/
[14] Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. (n.d.). Retrieved from https://sipsn.menlhk.go.id/sipsn/
[15] Wever, R., & Twede, D. (1970, January 01). The history of molded fiber packaging: A 20th century pulp story. Retrieved from https://repository.tudelft.nl/islandora/object/uuid:2a609ad6-e152-44eb-b771-d821dadc8add?collection=research
Published
2022-03-17
How to Cite
Hartanto, S. (2022). POTENSI LIMBAH SERAT NANAS MENJADI MATERIAL PENGGANTI KEMASAN. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 5, 321-330. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/638
Abstract dilihat 1295 kali
FULL TEXT diunduh 1908 kali

Most read articles by the same author(s)