PEMAKNAAN KEMBALI “KEBERLANJUTAN” PRAKTIK KULTURAL

  • I Putu Gede Suyoga Sekolah Tinggi Desain Bali
Keywords: pemaknaan kembali, keberlanjutan, praktik kultural, kekuasaan

Abstract

Praktik kultural dipahami sebagai aktivitas budaya dalam berbagai dimensi praksis sosial. Keberlanjutan sebuah praktik kultural di tengah masyarakat dipahami
secara sederhana sebagai lestarinya warisan leluhur yang adhi luhung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pemaknaan kembali “keberlanjutan” praktik
kultural ini dari sudut pandang kritis akan melengkapi pengetahuan terhadap sebuah budaya. Studi kualitatif ini bertujuan mengungkap relasi kuasa
pengetahuan dan pertarungan modal melalui pemaknaan kembali “keberlanjutan” praktik kultural dari perwujudannya sebagai benda budaya/artefak, karena setiap artefak pasti mengandung ideofak, sosiofak, dan ekofak sebagai representasi setiap jamannya yang tidak lepas dari kekuasaan. Analisis data dengan teori
Relasi Kuasa Pengetahuan Michel Foucault dan Struktural Generatif Pierre Bourdieu. Informan ditentukan secara purposive. Data primer dan sekunder dianalisis dengan teknis deskriptif interpretative. Hasil studi menunjukkan kuatnya relasi pengetahuan-kekuasaan dan pertarungan modal dalam arena perjuangan
sosial. Tampak pergulatan stratifikasi sosial tradisional etnis Bali yang melandasi keberlanjutan praktik kultural (seni, budaya, desain, dan arsitektur) dengan permainan modal (Bourdieu). Perubahan mendasar pada tingkat okupasi warga non menak (rakyat), memicu dan memacu perubahan kepemilikan dan komposisi modal dengan berbagai konversinya untuk penguatan modal simbolik. Konsumsi simbol-simbol kekuasaan terjadi dalam berbagai praktik kultural. Salah satunya menjadikan pembangunan berlanggam Arsitektur Tradisional Bali sebagai alat atau media perjuangan sosial. Fenomena ini dari sisi praktik kultural (pembangunan) tampak sebagai bentuk keberlanjutan langgam Arsitektur Tradisional Bali yang dilakukan oleh etnis Bali masa kini, namun pemaknaan terselubung di baliknya, merupakan bentuk konsumsi tanda kekuasaan simbolis, dalam upaya penguatan berbagai modal demi kemenangan dalam medan perjuangan sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardika, I W.; I G. Parimartha; A.A. B. Wirawan, Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana University Press, 2015, pp. 317.
Ardika, I W.; I G. Parimartha; A.A. B. Wirawan, Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana University Press, 2015, pp. 495.
Ardika, I W.; I G. Parimartha; A.A. B. Wirawan, Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana University Press, 2015, pp. 155-168
Astra, Semadi 1997: 133. Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno pada abad XII-XIII [disertasi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Bakari, Mohamed El-Kamel (2017) The Dilemma of Sustainability in the Age of Globalization: A Quest for a Paradigm of Development. New York: Lexington Books. ISBN 978-1498551397.
Barker, Chris. Cultural Studies. Teori dan Praktik (Terj. Tim Kunci CSC). Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, 2005, pp.10.
Barker, Chris. Cultural Studies. Teori dan Praktik (Terj. Tim Kunci Csc). Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, 2005, pp.116.
Black, Lain R.; Cherrier, Helene (2010). “Anti-consumption as part of living a sustainable lifestyle: Daily practices, contextual motivations and subjective values” (pdf). Journal of Consumer Behaviour. 9 (6): 437. doi:10.1002/cb.337.
Bujorean, Ellena. Symbolic Violence in Schools. South Caroline: University of South Carolina, 2016, pp. 54.
Fawcett, William; Hughes, Martin; Krieg, Hannes; Albrecht, Stefan; Vennström, Anders. “Flexible strategies for long-term sustainability under uncertainty”. Building Research. 40 (5): 545–557. DOI: 10.1080/09613218. 2012.702565. (2012).
Harker, Richard, et al. (Haitus X Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu (Terj. Pipit Maizer). Yogyakarta: Jalasutra, 2009, pp. 13
Harker, Richard, et al. (Haitus X Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu (Terj. Pipit Maizer). Yogyakarta: Jalasutra, 2009, pp. 6-7.
Hobart, Marx. After Culture Antropology as Radical Methaphysical Critique. Yogyakarta: Program Studi Magister Kajian Budaya Unud. Denpasar: Duta Wacana dan Udayana Univerversity Press, 2000, pp. 27.
James, Paul; Magee, Liam; Scerri, Andy; Steger, Manfred B. Urban Sustainability in Theory and Practice. London: Routledge, 2015.
Liam Magee; Andy Scerri; Paul James; Jaes A. Thom; Lin Padgham; Sarah Hickmott; Hepu Deng; Felicity Cahill. “Reframing Social Sustainability Reporting: Towards an Engaged Approach”. Environment, Development and Sustainability. Springer, 2013.
Lynn R. Kahle, Eda Gurel-Atay, Eds. Communicating Sustainability for the Green Economy. New York: M.E. Sharpe. ISBN 978-0-7656-3680-5 (2014).
Piliang, Yasraf Amir. Dunia Yang Dilipat, Tamsya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra, 1993, pp. 17.
Ritzer, Goerge. Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2003, pp. 137-138.
Shaker, R.R. (2015). “The spatial distribution of development in Europe and its underlying sustainability correlations”. Applied Geography. 63: 304–314. doi:10.1016/j.apgeog.2015.07.009, (diakses tanggal 16 February 2016).
State of the World (2013): Is Sustainability Still Possible? worldwatch.org (diakses tanggal 16 February 2016).
Strong sustainable consumption governance-precondition for a degrowth path? degrowth.org (diakses tanggal 16 February 2016).
Suastika, I K., Asta Kosala Kosali. Denpasar: Tim Alih Aksara, Alih Bahasa Lontar Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Bali, 2007, pp. 172.
Wandemberg, JC (August 2015). Sustainable by Design. Amazon. pp. 122. ISBN 1516901789, (diakses tanggal 16 February 2016).
Zhang, S.X.; V. Babovic. “A Real Options Approach to the Design and Architecture of Water Supply Systems Using Innovative Water Technologies Under Uncertainty” (pdf). Journal of Hydroinformatics. (2012).
Published
2020-03-05
How to Cite
Suyoga, I. P. G. (2020). PEMAKNAAN KEMBALI “KEBERLANJUTAN” PRAKTIK KULTURAL. SENADA (Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur), 3, 31-40. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/364
Abstract dilihat 36 kali
FULL TEXT diunduh 55 kali