WACANA REDENOMINASI KAITANYA UANG RUPIAH BARU DI INDONESIA

  • Dwi Sihwinarti Institut Desain dan Bisnis Bali
  • I Dewa Made Sutedja Dosen
Keywords: redenominasi, mata uang kertas rupiah tahun emisi 2022

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah efektivitas dan efisensi kerja diberbagai bidang dan sector kegiatan, maka dari itu peneliti mengambil topic “ wanaca redenominasi kaitannya dengan uang rupiah baru “, hal ini yang melatar belakangi adalah sejakdulu mata uang kita dianggap uang sampah danjugakurang efektif dan efisien dari segi ekonomi, dan rencana redenomikasi sudah pernah digulirkan sejak tahun 2010, dan baru ini pada tahun 2019 pemerintah melalui kementrian keuangan menggulirkan kembali melalului proram kerja jangka pendek,namun karena kendali pandemic covid 19, kondisi geopolitikdanresesi ekonomi, maka dari Kementrian mencoba untuk mensosialisasikan redenominasi ini melalui pencetakan uang kerta baru Tahun Emisi 2022 dengan menyelipkan penggurangan angka nol tiga digit yang tersamarkan angka tersebut dengan penerawangan, dan pokok masalah yang diangkat adalah apa itu redenominasi dan perbedaannya dengan sanering, bagaimana keterkaitannganya dengan uang kerta baru, bagaimana desain dari uang kertas baru, oleh karena penelitian ini model library serta menggunakanpendekatan kualitatis serta analisis deskritif kualitatis yaitu memberikan gambaran dan penjelasan yang lebih mudah dipamami oleh masyarakat.bahwa dalam mendesain uang dengan memperhatikan dan menghargai jasa para pahlawan, kebudayaan yang beraneka ragam, keindahan dan kekayaan flora dan faona.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Winardi, Pengantar ekonomi Moneter Buku I, II. Tarsito bandung, 1987.
[2] Boediono, Ekonomi Moneter. Penerbit BPFE Yogyakarta, 1994.
[3] Rezkiana Nisaputra, “Agus Marto: Rupiah Tidak Mencerminkan Baiknya Ekonomi RI,” Agus Martowardojo (Rabu 23/1/2013 di Hotel Borubudor Jakarta), 2013. https://economy.okezone.com/read/2013/01/23/457/750548/agus-marto-rupiah-tidak-mencerminkan-baiknya-ekonomi-ri (accessed Mar. 07, 2023).
[4] Farid Anwar, “Undang Undang Dasar tahun 1945 setalah diamamdemen,” merdeka.com, 2013. .
[5] BAPPENAS RI, “Presiden Republik Indonesia Peraturan Presiden Republik Indonesia,” Demogr. Res., pp. 4–7, 2020.
[6] “Sanering, Kebijakan Pengguntingan Nilai Uang,” kompas.com, 2022. https://www.kompas.com/stori/read/2022/09/08/150000879/sanering-kebijakan-pengguntingan-nilai-uang?page=all (accessed Mar. 07, 2023).
[7] “BI Yakin Kenaikan BI Rate Tak Hambat Kinerja Kredit Perbankan,” compas.com, 2022. .
[8] J. I. Hukum et al., “Penggunaan E-Money Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang,” LEGA LATA J. Ilmu Huk., vol. 3, no. 1, pp. 52–59, Jan. 2018, doi: 10.30596/DLL.V3I1.3150.
[9] Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 3 Tentang Bank Indonesia,” Undang. Republik Indones., pp. 1–55, 2004.
[10] B. Indonesia, “Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah,” 2019. https://www.bi.go.id/id/publikasi/peraturan/Pages/PBI_211019.aspx (accessed Mar. 07, 2023).
Published
2023-03-16
How to Cite
Sihwinarti, D., & Sutedja, I. D. (2023). WACANA REDENOMINASI KAITANYA UANG RUPIAH BARU DI INDONESIA. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 6, 304-309. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/769
Abstract dilihat 424 kali
FULL TEXT diunduh 265 kali