PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN KAMPUNG KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI STIMULAN PERKEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT

Authors

  • Paulus Bawole The Faculty of Architecture and Design - Duta Wacana Christian University
  • Haryati Sutanto Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana

Keywords:

Kotaku, Kampung, Infrastruktur, Lingkungan, Tepi Sungai

Abstract

Arahan Presiden RI, Joko Widodo  di Jakarta, 30 April 2020 menyatakan bahwa “Pemerintah butuh kecepatan untuk memberikan keselamatan seluruh rakyat Indonesia meski belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir. Salah satu program percepatan pembangunan yang terus dikembangkan sampai saat ini adalah Program Kota Tanpa Kumuh atau biasa dikenal dengan nama program KOTAKU. Program ini merupakan program upgrading kampung kota di Yogyakarta yang membuka akses permukiman tepi sungai melalui pengembangan fasilitas infrastruktur berbasis masyarakat yang berwawasan lingkungan berkelanjutan. Dinamika proses pembangunan ini menjadi sangat menarik karena banyak aspek yang ditangani, mulai dari penataan ruang permukiman, keamanan bermukim bagi masyarakat, pengembangan infrastruktur teknis seperti fasilitas air bersih, drainage, instalasi pengolahan limbah, mitigasi bencana, sampai pada detail pengembangan infrastruktur yang inklusif  dan berfokus pada kesamaan gender. Dengan dibukanya akses permukiman di tepi sungai, kegiatan perekonomian masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di sepanjang tepi sungai menjadi meningkat dan kualitas lingkungan permukiman mereka juga menjadi lebih baik dan akrab dengan lingkungan. Penelitian aksi dengan metode kwalitatif deskriptif ini akan membagikan pengalaman menarik mengenai pembangunan infrastruktur yang memberdayakan masyarakat kampung kota yang tinggal di sepanjang tepi sungai kota Yogyakarta.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. S. Uno, “Strategi Pemulihan Ekonomi Melalui Pemberdayaan Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Krewatif,” 2021.
[2] M. Irwansyah, C. Nursaniah, and L. Qadri, “Flood Adaptive Settlements Towards Urban Development in the Riparian of Meureudu River, Aceh Province, Indonesia,” Malaysian J. Sustain. Environ., vol. 6, no. 2, p. 47, 2019, doi: 10.24191/myse.v6i2.8685.
[3] Direktur_PKP_Perkotaan_dan_Pedesaan, “Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kawasan Permukiman Perkotaan dan Pedesaan,” Jakarta, 2017.
[4] P. Bawole, “Apreciating the growth of informal utilization of city space for sustainable urban development in Yogyakarta city,” 2020, doi: 10.1088/1755-1315/402/1/012013.
[5] P. Bawole, “No TitleNeighborhood Development Strategy to Empower Local Community for Tourism Development in Urban Kampong Settlement within Yogyakarta City,” 2019, [Online]. Available: https://publikasi.ukdw.ac.id/_documents/1016_8_894E098.pdf.
[6] M. Tran and D. Krause, Transformative Adaptation to Climate Change and Informal Settlements in Coastal Cities Entry Points for Jakarta and Ho Chi Minh City, no. December. 2019.
[7] C. A. Petrie et al., “Adaptation to Variable Environments, Resilience to Climate Change: Investigating land, water and settlement in Indus northwest India,” Curr. Anthropol., vol. 58, no. 1, pp. 1–30, 2017, doi: 10.1086/690112.
[8] P. Bawole, “Redefinisi Ruang Publik di Masa Pandemi Covid-19 Studi Kasus di Kota Yogyakarta,” Vitruvian, vol. 10, no. 3, 2021, doi: DOI : dx.doi.org/ 10.22441/vitruvian.2021.v10i3.00.
[9] A. W. Wardana, A. H. Purnomo, and Y. Winarto, “Penerapan Konsep Arsitektur Adaptif Pada Perancangan Kampung Vertikal Di Kawasan Kumuh Dan Rob, Semarang,” SenTHong, vol. 2, no. 2, pp. 437–446, 2019, [Online]. Available: https://jurnal.ft.uns.ac.id/index.php/senthong/article/view/979/467.
[10] D. Silverman, “David Silverman (Ed.) - Qualitative Research_ Theory, Method and Practice-Sage Publications Ltd (2004).pdf.” 2004.
[11] A. C. P. Sari, A. Suman, and D. Kaluge, “Implementation Analysis Of Participative Development In National Slum Upgrading Program [ KOTAKU ],” IJEBD (International J. Entrep. Bus. Dev., vol. 2, no. 1, pp. 17–35, 2018, [Online]. Available: https://jurnal.narotama.ac.id/index.php/ijebd/article/view/646.
[12] E. Purwanto, A. Sugiri, and R. Novian, “Determined slum upgrading: A challenge to participatory planning in Nanga Bulik, Central Kalimantan, Indonesia,” Sustain., vol. 9, no. 7, 2017, doi: 10.3390/su9071261.

Downloads

Published

2022-03-17

How to Cite

Bawole, P., & Sutanto, H. (2022). PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN KAMPUNG KOTA YOGYAKARTA SEBAGAI STIMULAN PERKEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 5, 113–123. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/663