DIASPORA & HYBRIDITY: EKSPLORASI WUJUD KREATIVITAS ETNIS TIONGHOA-BALI DALAM PERSPEKTIF POSTKOLONIALISME

Authors

  • Freddy Hendrawan Sekolah Tinggi Desain Bali
  • Gilang Permana Putra Sekolah Tinggi Desain Bali

Keywords:

Bali, diaspora, hybridity, tionghoa, postkolonialisme

Abstract

Wacana-wacana tentang hubungan sosial antara kelompok-kelompok minoritas dan mayoritas memiliki kaitan erat dengan kajian-kajian postkolonialisme. Artikel kualitatif-desktiptif-naratif ini bertujuan melakukan eksplorasi terhadap wujud-wujud kreativitas etnis Tionghoa-Bali dalam merekonstruksi identitas budaya mereka yang berorientasi pada ancestral homeland melalui kerangka diaspora dan hybridity. Seiring penyebaran etnis Tionghoa melalui proses migrasi melekat pula kebudayaan tangible dan intangible, yang kemudian diikutsertakan ke dalam proses negosiasi secara sosial-budaya dan politik dalam rangka mengekspresikan, melestarikan, dan memelihara identitas minoritas mereka dengan mengadopsi budaya-budaya tradisional Bali ke dalam pengunaan nama, praktek-praktek ritual, dan arsitektur kuil Tri Dharma. Pada akhirnya, proses negosiasi ini menciptakan sebuah identitas hibrid sebagai sebuah bentuk kreativitas. Hal ini sependapat dengan cara berpikir Hall mengenai identitas budaya yang tidak sama untuk semua; menekankan pada perbedaan dibandingkan identitas tetap sebagai akibat dari karakteristik budaya yang dinamis dan mengalir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardika, I. W. 2009. Blanjong: An Ancient Port Site in Southern Bali, Indonesia. Form, Macht, Differenz. Göttingen: Universitätsverlag Göttingen.
Butler, K. D. 2001. Defining Diaspora, Refining a Discourse. Diaspora, 10(2), pp 189-219.
Chee-Beng, T. 2007. Chinese Transnational Networks, New York: Routledge
Clifford, J. 1994. Diasporas. Cultural Anthropology, 9(3), pp 302-338.
Cohen, R. & Sheringham, O. 2008. Introduction: Islands and Identities. Diaspora, 17), pp 1.
Coppel, C. A. 1983. Indonesian Chinese in Crisis, Singapore: Oxford University Press.
Coppel, C. A. 2002. The Indonesian Chinese: “Foreign Orientals”, Netherlands Subjects, and Indonesian Citizens. In: Hooker, M. (ed.) Law and the Chinese in Southeast Asia. ISEAS–Yusof Ishak Institute.
Dickinson, J. 2018. Post-colonial States, Nation Building and the (un)making of Diasporas. In: Cohen, R. & Fischer, C. (eds.) Routledge Handbook of Diaspora Studies.
Hall, S. 1990. Cultural Identity and Diaspora. In: Rutherford, J. (ed.) Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence and Wishart.
Hauser-Schäublin, B. & Ardika, I. W. 2016. Burials, Texts and Rituals-Ethnoarchaeological Investigations in North Bali, Indonesia: Universitätsverlag Göttingen.
Nordholt, H. S. 2010. The spell of power: A history of Balinese politics, 1650-1940: Brill.
Papastergiadis, N. 2000. The Turbulence of Migration, Cambridge: Polity Press.
Pasura, D. 2018. Multi-religious diasporas: Rethinking the relationship between religion and diaspora. In: Cohen, R. & Fischer, C. (eds.) Routledge Handbook of Diaspora Studies. Taylor & Francis Group.
Rutherford, J. 1990. The Third Space. Interview with Homi Bhabha. In: Rutherford, J. (ed.) Identity: Community, Culture, Difference. London: Lawrence and Wishart.
Said, E. W. 1994. Culture and Imperialism, London: Vintage.
Said, E. W. 2003. Orientalism, London: Penguin Group.
Suryadinata, L. 2008. Chinese Indonesians in An Era of Globalization: Some Major Characteristics. ISEAS- Yusof Ishak Institute.
Suryadinata, L. 2014. Kebijakan Negara Indonesia terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke Multikulturalisme? Antropologi Indonesia, 24.

Downloads

Published

2021-04-01

How to Cite

Hendrawan, F., & Permana Putra, G. (2021). DIASPORA & HYBRIDITY: EKSPLORASI WUJUD KREATIVITAS ETNIS TIONGHOA-BALI DALAM PERSPEKTIF POSTKOLONIALISME. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 4, 146–153. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/609