TANTANGAN DAN RISIKO DALAM MENJALANKAN E-BUSINESS PADA SEKTOR USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PASCA PENDEMI

  • Oleh Soleh Universitas Raharja
  • Agita Nisa Salsabila
  • Astifa Septi Nuraeni
  • Rindy Ardila
Keywords: UMKM, Tantangan, Risiko, Pandemi

Abstract

Fenomena virus Covid-19 telah memberikan banyak perubahan bagi negara Indonesia. Sejauh ini, masa pandemi hingga pasca pandemi Covid-19 memiliki dampak global untuk semua kelas sosial termasuk di bidang pendidikan, pemerintahan hingga ekonomi dan bisnis. Semua perhatian kini tertuju pada kondisi ekonomi di masa pasca pandemi seperti ini, salah satunya adalah pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun permasalahan pada masa pasca pandemi dalam menjalankan e-business seperti tantangan dan juga resiko serta sasaran pelaku UMKM belum ditangani dengan baik. Data Kementerian Koperasi dan UKM Dinas Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan, terdapat sekitar 58.263 UKM yang terdampak pandemi hingga mengalami kerugian sebesar 80%. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan data yang digunakan oleh penulis selama penelitian menurut cara memperolehnya yaitu berupa data yang dikumpulkan dari beberapa jurnal yang digunakan sebagai referensi untuk memperoleh informasi mengenai permasalahan yang terkait. [7]. Hasil dari analisa ini, dengan adanya penerapan e-business pasca pandemi di sebagian besar wilayah Indonesia membuat UMKM dapat mempertahankan kondisi usahanya dari keterpurukan pada masa pandemi Covid-19. Selain adanya kondisi UMKM yang pulih secara perlahan pasca pandemi, tentu saja terdapat beberapa tantangan dan risiko yang mungkin akan dihadapi oleh para pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis dengan menerapkan e-business. Dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM yang menerapkan e-business pasca pandemi, tentunya akan menghadapi tantangan dan resiko.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1]Maisari, Nor dkk.. ”Urgensi Digital Marketing Terhadap Strategi Pemasaran Bagi UMKM Pasca Pandemi Covid-19,” Jurnal Ekonomi Syariah, vol. 02 no. 01, pp. 11-16. 2020.
[2][2] Nurhasanah, Iis Ariska dkk. ”Analisis Perancangan E-Business B2c (Business To Consumer) Upaya Digitalisasi Pengembangan UMKM (Studi Kasus : Kabupaten Pesawaran, Indonesia),” JANAPATI, vol. 11 no. 03, pp. 237. 2022.
[3][3] Marlinah, Lili. ”Peluang dan Tantangan UMKM Dalam Upaya Memperkuat Perekonomian Nasional Tahun 2020 di Tengah Pandemi Covid 19,” Jurnal Ekonomi, vol. 22, no. 02. pp. 118-119. 2020.
[4]Ajusta, A.A. Gede dkk. ”Strategi Dalam Membangun E-Business Bagi Pelaku UMKM Menuju Digitalisasi,” Jurnal AKRAB JUARA, vol. 07 no. 04, pp. 2. 2022.
[5]Utama, I Gusti Agung Jaya dkk. ”Penerapan Aplikasi Lamikro Sebagai Solusi Pemulihan UMKM Pasca Pandemi,” Jurnal Akuntansi, vol. 14 no. 01, pp. 156. 2022.
[6]Kirani, Aldila Putri Selsha dkk. ”Peluang Dan Tantangan UMKM Kelurahan Kebonsari Pasca Pandemi 2022,” JMIAP, vol. 04, no. 03, pp. 193-195. 2022.
[7]Saribu, Sylvia Dolol. ”Tantangan dan Solusi Bisnis UMKM di Era New Normal.” 207-208. 2022.
Santika, Erlina F. ”Jumlah UMKM di Indonesia Sepanjang 2022, Provinsi Mana Terbanyak?. Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, 2022.” 2 Februari 2021
Published
2023-03-16
How to Cite
Soleh, O., Salsabila, A., Nuraeni, A., & Ardila, R. (2023). TANTANGAN DAN RISIKO DALAM MENJALANKAN E-BUSINESS PADA SEKTOR USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PASCA PENDEMI. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 6, 272-277. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/755
Abstract dilihat 702 kali
FULL TEXT diunduh 387 kali