MASKER BATIK BETAWI NAN CANTIK: PELUANG BISNIS EKONOMI KREATIF DI ERA NEW NORMAL

Authors

  • Hanum Ayuningtyas Indonesian Institute of Sciences (LIPI)
  • Lucky Wulandari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta
  • Angy Sonia Bandung Institute of Technology

Keywords:

ragam hias, batik, Tasikmalaya, payung geulis, kontemporer

Abstract

ABSTRACT

Batik is an applied art (craft) which is estimated to have existed since 1817 and appeared since the Majapahit era, marked by the batik tendrils worn on the Prajnaparamita statue. Batik, which used to have philosophical and sacred values ​​because it operated as a nobility marker, now can be used by various groups as an everyday fashion with a wide selection of motifs. This research uses a qualitative method with the case study ELEMWE as one of the fashion brands in DKI Jakarta Province, founded in 2015. ELEMWE specializes in Betawi Batik products, plays a direct role in community empowerment, teaches and mobilizes women craftsmen in Tambora Rusun, partnerships with the Government in creative activities, and holds many training pieces participating in various exhibitions both at home and abroad. This creative economy business that uses a marketplace and endorsement in its marketing strategy survived during the Covid 19 Pandemic and has even grown in the New Normal era by making beautiful Betawi batik mask products popular with various groups.

ABSTRAK  

Batik adalah hasil karya seni rupa terapan (kriya) yang diperkirakan hadir sejak tahun 1817 dan muncul sejak Jaman Majapahit, ditandai oleh batik sulur yang dikenakan pada arca Prajnaparamita. Batik yang dahulu bernilai filosofis dan sakral karena digunakan sebagai penanda derajat kebangsawan, kini dapat digunakan oleh berbagai kalangan sebagai fashion sehari-hari dengan beragam pilihan motif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus ELEMWE sebagai salah satu brand fashion di Provinsi DKI Jakarta yang didirikan pada tahun 2015. ELEMWE mengkhususkan diri pada produk Batik Betawi, berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat, mengajarkan dan menggerakkan ibu-ibu pengrajin di Rusun Tambora, bermitra dengan Pemerintah dalam kegiatan-kegiatan kreatif, mengadakan banyak pelatihan serta mengikuti berbagai pameran baik didalam maupun luar negeri. Bisnis ekonomi kreatif yang menggunakan marketplace dan endorse dalam strategi pemasarannya ini merupakan salah satu yang bertahan selama Pandemi Covid 19 bahkan kian berkembang di era New Normal dengan membuat produk masker batik betawi nan cantik yang digemari oleh berbagai kalangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Rasjoyo. 2008. Mengenal Batik Tradisional. Jakarta : Azka Mulia Media
Wijayanti, Lucky, dan Rahayu Pratiwi. 2013. Seri Profesi Industri Kreatif : Menjadi Perancang dan Perajin Batik. Jakarta : FSR IKJ Press.

Downloads

Published

2021-04-01

How to Cite

Ayuningtyas, H., Wulandari, L., & Sonia, A. (2021). MASKER BATIK BETAWI NAN CANTIK: PELUANG BISNIS EKONOMI KREATIF DI ERA NEW NORMAL. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 4, 423–442. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/589