PERANCANGAN FASHION HASIL UPCYCLE SISA KAIN PRODUKSI MASSAL

Authors

  • Tesalonika Dyka Tertiyus Universitas Kristen Petra
  • Maria Nala Damayanti
  • Cindy Muljosumarto

Keywords:

Sustainable fashion, Upcycle, Perca, Limbah kain

Abstract

Sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia, limbah industri fashion harus segera diatasi agar tidak merusak lingkungan. Karena hal tersebut, perancangan ini bertujuan untuk merubah kain sisa hasil produksi massal dengan melakukan upcycle sehingga menjadi pakaian baru untuk mengurangi limbah fashion yang ada. Adapun fokus utama dalam makalah ini adalah bagaimana  proses membuat koleksi ready-to-wear yang sustainable dengan menggunakan teknik patchwork untuk memanfaatkan kain sisa berupa kain perca sisa pemotongan pola baju maupun kain sisa rol. Hasil dari perancangan ini harapannya mampu menginspirasi para desainer maupun pengusaha fashion lainnya untuk ikut mengimplementasikan dan memanfaatkan kain sisa ke dalam produk fashion guna menciptakan industri fashion yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

McAlpine, S. (2020, July 29). Fashion's new order – how the coronavirus pandemic has changed the fashion industry. Elle. Retrieved from https://www.elle.com/uk/fashion/trends/a33442347/covid-affected-fashion-industry/
Sax, S. (2018, March 12). Fashion adalah industri paling banyak menghasilkan polusi di dunia. Vice. Retrieved from https://www.vice.com/id/article/ywq8qm/fashion-adalah-industri-paling-banyak-menghasilkan-polusi-di-dunia/
Adimaja, M. (2020, February 17). Limbah industri busana, ancaman serius bagi lingkungan. Kompas. Retrieved from https://foto.kompas.com/photo/read/2020/02/17/1581948059356/1/limbah.industri.busana.ancaman.serius.bagi.lingkungan/
Ellen MacArthur Foundation. (2017). A new textiles economy: Redesigning fashion’s future. Retrieved from http://www.ellenmacarthurfoundation.org/publications/a-new-textiles-economy-redesigning-fashions-future/
Textile-based materials: Scales of production. (2014, May 25). BBC. Retrieved from https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/zjc3rwx/revision/7/
Suryowati, E. (2019, September 22). Teknik upcycling sulap limbah fesyen jadi barang bernilai ekonomis. Jawa Pos. Retrieved from https://www.jawapos.com/lifestyle/22/09/2019/teknik-upcycling-sulap-limbah-fesyen-jadi-barang-bernilai-ekonomis/
Fakta tentang limbah kain perca. (2015, July). Jakarta Daur Ulang. Retrieved from http://jktdalang.blogspot.com/2015/07/fakta-tentang-limbah-kain-perca.html/
Gwilt, A. (2015). Fashion and sustainability: Repairing the clothes we wear. In Barnard, M. (ed.). Fashion theory: A reader. Oxfordshire: Routledge.
Renfrew, E. & Renfrew, C. (2016). Developing a fashion collection. London: Bloomsbury.
Jessica. (2020, August 2). 3 differences between patchwork and quilting. Sewing Machine Buffs. Retrieved from http://sewingmachinebuffs.com/differences-between-patchwork-and-quilting/
Lusiardi, F. (2019, November 1). Design: Recycling vs upcycling. What’s the difference? Inexhibit. Retrieved from https://www.inexhibit.com/case-studies/design-recycling-vs-upcycling-whats-the-difference/
Kaiser, S. B. (2012). Fashion and cultural studies. London: Berg.

Downloads

Published

2021-04-01

How to Cite

Tertiyus, T. D., Damayanti, M. N., & Muljosumarto, C. (2021). PERANCANGAN FASHION HASIL UPCYCLE SISA KAIN PRODUKSI MASSAL. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 4, 344–351. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/548