ECOART THROUGH VARIOUS EFFORTS AND WAYS

  • Martinus Dwi Marianto Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Keywords: Endar Progresto, Dyaz Ecoprin, Widya Poerwoko, Nasirun, Ecoart, Multimodality

Abstract

Tulisan ini adalah suatu refleksi Eco-Art di tengah krisis lingkungan yang semakin sering terjadi, skalanya pun kian membesar. Keberlanjutan ecosystem terus
terancam. Banyak orang yang menanggapi krisis ini, dan merepresentasi kepedulian mereka melalui berbagai cara. Namun faktanya lebih banyak orang tak
peduli sama sekali, bahkan merusaknya untuk kepentingan sesaat nan dangkal. Penggundulan hutan kota, penebangan pohon, dan eksloitasi atas alam terus
terjadi. Sejumlah praktisi ecoart dipilih sebagai sampel secara purposive; innovasi mereka yang berorientasi pada kesinambungan ekosistem dan pelestarian lingkungan alam diekspose. Mereka adalah Endar Progresto, Widya Purwoko, Bernadeta Pudiasminarsih, dan Nasirun. Pelaku-pelaku ini tidak hanya berkarya nyata, namun juga mengomunikasikan nilai ekologis yang mereka perjuangkan ke masyarakat sekitarnya untuk berubah dan bergerak. Dalam menanggapi krisis lingkungan yang kian meluas pada kesempatan ini saya ingin menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong, atau kebiasaan ngayah (di Bali) dalam menyosialisasikan kepedulian akan kesinambungan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup. Berbagai aktivitas individual sudah dilakukan disana-sini, namun upaya-upaya ekologis ini akan menjadi lebih efektif dan berdampak bila dilakukan secara sinergis. Pendekatan multi-modalitas, dan pemahaman bahwa segala sesuatu itu interkoneksi adalah modal besar untuk melahirkan innovasi melalui berbagai jalur kreativitas guna menanggapi permasalahan ekologis yang sekarang kita hadapi bersama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsita, Adya (2019), “Multimodal Approach in Advancing the Visual Literacy”, Iconarties Multidiciplines Conference, ISI Yogyakarta, 2019. Disini teori
Multimodality dibahas secara signifikan.
Danesi, Marcel (2004), Messages, Signs, and Meaning: A Basic Textbook in Semiotics and Sommunication Theory.Toronto: Canadian Scholar’s Press.
Gablik, Suzi (1983), The Reenchantment of Art, London: Thames and Hudson.
Hageneder, Fred (2001), THE SPIRIT OF TREES, Science, Symbiosis, and Inspiration, New York: Continuum.
Laszlo, Ervin (2008), Quantum Shift in Global Brain, Rochester: Inner Tradition.
Marianto, M. Dwi (2019), Seni & Daya Hidup dalam Perspektif Quantum, Yogyakarta: Scritto Books.
Poerwoko, Widya (2019), “ECO-ART Bambu dan Spiritualitas Silat dalam Integrated Space Design”, Disertasi, PPs ISI Yogyakarta. Yogyakarta
“SENI DAN LINGKUNGAN”, Katalog kegiatan seni tentang lingkungan hidup dengan berbagai media dan pendekatan di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Goethe Institut, Bandung, 2015
Published
2020-03-05
How to Cite
Dwi Marianto, M. (2020). ECOART THROUGH VARIOUS EFFORTS AND WAYS. SENADA (Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur), 3, 1-10. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/359
Abstract dilihat 54 kali
FULL TEXT diunduh 84 kali