ISU KEUSANGAN TERENCANA DAN SAMPAH ELEKTRONIK DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0

  • I Putu Udiyana Wasista Dosen
Keywords: keusangan terencana, sampah elektronik, revolusi industri 4.0, pembangunan berkelanjutan

Abstract

Kemajuan teknologi yang ditawarkan revolusi industri 4.0, makin mempermudah kehidupan manusia. Kemajuan teknologi internet memberikan sebuah peluang bagi inovasi perangkat elektronik. Namun dalam perkembangan kemajuan tersebut, terdapat skema pemasaran yang disebut keusangan terencana. Sistem ini mengatur umur penggunaan produk melalui ketahanan komponen dan pembentukan persepsi konsumen. Proses pergantian produk elektronik yang sangat cepat menyebabkan munculnya sampah elektronik yang mengkhawatirkan. Sampah ini sangat berbahaya karena mengandung bahan beracun, serta selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Kemajuan teknologi yang tidak dapat dibendung, memberi ruang bagi skema ini untuk terus berkembang. Apalagi munculnya monopoli teknologi oleh merk dagang elektronik yang sangat besar dan sikap konsumtif konsumen, membuat skema ini akan sulit dicegah. Perlu adanya kesepakatan pemerintah global untuk membuat aturan terkait desain produk yang dihasilkan agar lebih ramah lingkungan dan mampu menunjang pembangunan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adamson, G., Gordon, D., 2003. Industrial Strength Design: how Brooks Stevens Shaped Your World. MIT Press, Cambridge.
Babaian, Sharon. 1998. The Most Benevolent Machine: A Historical Assessment of Cycles in Canada. Ottawa: National Museum of Science and Technology. hal. 97
Bulow, J., 1986. An Economic Theory of Planned Obsolescence. The Quarterly Journal of Economics, 101(4), hal.729-749
Grattan, L., 2016. Populism's Power: Radical Grassroots Democracy in America. Oxford University Press.
Hermann, M., Pentek, T., & Otto, B. 2016. Design Principles for Industrie 4.0 Scenarios. In 2016 49th Hawaii international conference on system sciences (HICSS) (pp. 3928-3937). IEEE
Honore, C.2005. In Praise of Slowness : Challenging the Cult of Speed. San Fransisco : HarperCollins Publishers Inc
Merkel, A. 2014. Speech by Federal Chancellor Angela Merkel to the OECD Conference.https://www.bundesregierung.de/Content/EN/Reden/2014/2014-02-19-oecd-merkel-paris_en.html, Diakses pada 12 Juni 2019
Nutt, B. and Sears, D., 1972. Functional Obsolescence in The Planned Environment. Environment and Planning A, 4(1), pp.13-29
Orbach, Barak. 2004. "The Durapolist Puzzle: Monopoly Power in Durable-Goods Market". Yale Journal on Regulation, vol. 21, hal. 67–118.
Prisecaru, P., 2016. Challenges of The Fourth Industrial Revolution. Knowledge Horizons. Economics, 8(1), p.57
Sachs, J.D., 2012. From Millennium Development Goals to Sustainable Development Goals. The Lancet, 379(9832), pp.2206-2211.
Stevens, B.. 1960. Planned obsolescence. The Rotarian, 96(2), p.12.
Wang, Z., Zhang, B., Yin, J., & Zhang, X. 2011. Willingness and behavior towards e-waste recycling for residents in Beijing city, China. Journal of Cleaner Production, 19(9-10), 977-984.
Published
2020-03-05
How to Cite
Wasista, I. P. (2020). ISU KEUSANGAN TERENCANA DAN SAMPAH ELEKTRONIK DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0. SENADA (Seminar Nasional Desain Dan Arsitektur), 3, 361-368. Retrieved from https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/273
Abstract dilihat 29 kali
FULL TEXT diunduh 69 kali